Kamis, 09 April 2009

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN
STIKAP PEKALONGAN


I PENDAHULUAN

1. Landasan Pemikiran
Beberapa hasil kajian dan penelitian menunjukkan bahwa kondisi pendidikan di Indonesia mengimplikasikan berbagai hal yang tidak menguntungkan bagi optimalisasi fungsi pendidikan, baik bagi individu, maupun bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan, terutama dalam konteks era globalisasi dan kondisi dewasa ini yang sarat dengan tantangan dan serba ketidak-menentuan sebagai akibat begitu cepatnya proses perubahan yang terjadi di berbagai bidang.
Jika kondisi pendidikan sebagaimana digambarkan di atas tidak dirubah. maka dapat dipastikan, pendidikan tidak pernah akan mampu memfungsikan dirinya sebagaimana yang diharapkan.

Oleh karena itulah, Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan berupaya untuk turut berkiprah dalam merubah kondisi pendidikan sebagaimana yang digambarkan di atas dengan menerapkan model pendidikan yang berorientasi pada pencapaian kemampuan yang nyata yang dibutuhkan oleh para mahasiswanya dalam memfungsikan dirinya sebagai warga masyarakat yang memiliki signifikansi positif bagi masyarakatnya.

2. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) ini dimaksudkan untuk memberikan arah pengembangan dan program Sekolah Tinggi Islam KiAgeng Pekalongan dalam kurun waktu lima tahunkedepan (2009-2014)
Tujuan penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) ini bertujuan :
a. Mewujudkan kejelasan arah pengembangan Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan dalam bidang akademis dan kelembagaan
b. Mewujudkan kejelasan arah pengembangan Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan dalam bidang Administrasi dan umum
c. Mewujudkan kejelasan arah pengembangan Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan dalam bidang Kemahasiswaan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

3. Fungsi dan Manfaat
Rencana Induk Pengembangan ini berfungsi sebagai arahan secara garis besar pengembangan Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan 2010-2014, baik dalam bidang akademik dan kelembagaan, Administrasi umum maupun bidang kemahasiswaan
Rencana Induk Pengembangan ini bemanfat bagi penentu kebijakan dalam menentukan prioritas kegiatan sesuai sumber daya yang tersedia

II KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

1. KEDUDUKAN
Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan adalah salah satu satuan pendidikan yang dibina oleh Yayasan Madrasah Islamiyah, yang merupakan otonomi pendidikan dan dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab kepada Yayasan

2. TUGAS POKOK
Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang Kependidikan Islam dan Mu’amalah /Ekonomi Syari’ah untuk program strata 1 (S1)

3. FUNGSI
Untuk melaksanakan tugas tersebut, STIKAP Pekalongan mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan dan perumusan konsep kebijakan dan perencanaan program STIKAP Pekalongan
b. Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
c. Pembinaan kemahasiswaan, civitas academika dan kerjasama dengan perguruan tinggi/lembaga-lembaga lainnya
d. Pengendalian dan pengawasan kegiatan serta penyelenggaraan administrasi STIKAP Pekalongan
e. Peilaian prestasi dan proses penyelenggaraan kegiatan serta penyusunan laporan

III VISI DAN MISI

1. Visi
“Menjadikan STIKAP Pekalongan sebagai Perguruan Tinggi Islam yang berdaya, modern, mandiri dan berkualitas dalam memberikan layanan Pendidikan, Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bernafaskan Islam”.

2. Misi
a Menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana muslim yang memiliki keluasan ilmu keislaman, kematangan profesional, kedalaman aqidah dan keluhuran akhlak.
b. Mengembangkan ilmu–ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan lain melalui pengkajian dan penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan cakrawala pemikiran dan memberi kontribusi terhadap konsep – konsep pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.
c. Memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengabdian alumni yang lebih profesional sesuai dengan tingkat perkembangan dan dinamika masyarakat.


IV ANALISIS KONDISI STIKAP PEKALONGAN

Yayasan Madrasah Islamiyah Wonopringgo Kabupaten Pekalongan berdiri pada tahun 1940 dan sejak tanggal 12 Nopember 1958 dikukuhkan berdasarkan Akte Notaris Nomor 3 tahun 1958 Notaris : K. SOENARIO Pekalongan, yang kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris Nomor 16 tahun 1985 tanggal 6 Maret 1985, Notaris : K. SOENARIO Pekalongan, yang selanjutnya disebut Yayasan
Yayasan bertujuan mengembangkan Pendidikan, Pengajaran Agama Islam dan pengetahuan umum. Untuk mencapai tujuan tersebut yayasan ini berusaha mendirikan sekolah – sekolah mulai dari sekolah dasar, menengah, sampai dengan Perguruan Tinggi.
Perjalanan dan perkembangan Yayasan mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat, sehingga YMI Wonopringgo sampai sekarang ini berhasil mengelola 17 satuan pendidikan formal yaitu: 6 satuan pendidikan TK/RA, 7 satuan pendidikan SDI/MI, 2 satuan pendidikan SMPI/MTs, 2 satuan pendidi kan SMA/MA


A. KEKUATAN

1. Pengalaman penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.
Sejak berdiri pada tahun 1940 YMI telah banyak mendapatkan pengalaman dalam hal penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan dari tingkat prasekolah sampai dengan tingkat menengah atas. Sampai saat ini sekolah dan madrasah yang dikelola YMI terdiri dari :
· TK / RA : 6 buah.
· SDI / MI : 7 buah.
· SMPI / MTs : 2 buah.
· SMAI/MA : 2 buah.
Adapun jumlah seluruh peserta didik adalah 3.431 orang terdiri dari : 1.649 siswa laki-laki dan 1.782 siswa perempuan

2. Banyak prestasi yang dapat dicapai/diperoleh antara lain :
a. Akreditasi :2 sekolah percontohan, 8 akreditasi A, 7 akreditasi B
b. Prestasi Tingkat.Nasional : 1 Olimpiade Sain, Harapan I
c. Prestasi Tingkat.Provinsi : 16 kejuaraan
d. Prestasi Tingkat.Karesidenan : 21 Kejuaraan
e. Prestasi Tingkat.Kabupaten : 116 Kejuaraan

3. Ketersediaan sumber daya manusia ( Pendidik, Alumni dan Relasi ).
Dalam penglolaan pendidikan pada saat ini YMI melibatkan sumber daya manusia sebayak 240 personil yang terdiri dari : 19 guru PNS Dpk, 9 guru bantu Pemda, 171 guru yayasan dan 41 pegawai tenaga kependidikan. Bagi guru dan pegawai tetap diberlakukan sistem penggajian menganut struktur gaji PNS dan mengacu pada ketetapan Upah Minimum Kabupaten.
Sejak berdiri sampai dengan saat ini YMI telah banyak mempunyai Alumni diberbagai sektor bidang profesi. Hal ini telah banyak pula melahirkan relasi-relasi dalam hal pengembangan pendidikan maupun penyediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

4. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadahi
Sebagaimana pengalaman tersebut diatas bahwa YMI sampai saat telah memiliki beberapa Sekolah dan Madrasah. Hal ini adalah merupakan faktor penunjang untuk pendirian sebuah Perguruan Tinggi yang untuk sementara dapat memanfaatkan fasilitas, sarana dan prasarana yang telah ada di masing-masing sekolah/madrasah, seperti : Gedung = 42, ruang/ kelas = 180, laboratorium = 8, perpustakaan = 17, Mushola = 11, gudaang = 17, aula = 2 unit
Jumlah tanah yang dimiliki : 50.655 m2
Luas bangunan seluruhnya : 38.400 m2
Lahan kosong (untuk bangunan STIKAP) : 12.255 m2
Disamping itu YMI mempunyai tanah kosong seluas 2.500 M2 dipinggir jalan raya yang sangat strategis dan prospektif untuk pendirian perguruan tinggi.
Adapun sarana dan pransana yang lain dapat dilihat dalam lampiran
5. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah
Berdirinya sebuah perguruan tinggi Islam di Kabupaten Pekalongan sangat diharapkan oleh masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kab. Pekalongan pada khususnya. Mengingat struktur masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah masyarakat yang agamis dan peduli terhadap pengembangan pendidikan.

B. KELEMAHAN
1. Pendanaan
Untuk pendirian sebuah perguruan tinggi yang representatif dan memenuhi syarat dibutuhkan ketersedian dana yang cukup besar. Oleh karena itu segala daya dan upaya akan dilakukan YMI untuk terwujudnya sistim pendidikan perguruan tinggi yang murah dan bermutu.
2. Keterbatasan sarana dan prasarana
Dalam tahap awal, untuk sementara penyelenggaraan dan pengelolaan STIKAP Pekalongan menggunakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah dilingkungan YMI khususnya di Madrasah Aliyah YMI. Untuk pengembangan lebih lanjut YMI akan berupaya dengan segala daya untuk terwujudnya kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan dan pengolahan STIKAP Pekalongan.




C. PELUANG
1. Jumlah lulusan SMA/MA yang cukup memadahi
Jumlah lulusan SMA, MA dan SMK yang cukup besar di Kabupaten Pekalongan khususnya yaitu pertahun sekitar 4232 orang (2008/20090) dan di Karesidenan Pekalongan pada umumnya, adalah merupakan peluang yang besar untuk calon mahasiswa STIKAP Pekalongan.
2. Minat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang cukup besar
Saat ini faktor pendidikan sudah menjadi perhatian dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu minat masyarakat di Kabupaten Pekalongan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi cukup besar. Berdirinya STIKAP Pekalongan dapat menjadi alternatif termudah dan termurah bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan perguruan tinggi.
3. Adanya Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Permendiknas No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Kompetensi Guru dan Permendiknas No.18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam jabatan

D. TANTANGAN

1. Biaya pendidikan semakin mahal terutama pendidikan tinggi
2. Tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme pengelolaan perguruan tinggi semakin kuat
3. Tuntutan pasar/persaingan terhadap lulusan perguruan tinggi semakin ketat

V TUJUAN DAN SASARAN

1. TUJUAN
a Mengembangkan kualitas layanan akademik
b Mengembangkan penjminan mutu kelembagaan
c Mengembangkan pengelolaan administrasi yang meliputi administrasi akademik, umum dan kemahasiswaan
d Membangun citra mahasiswa sebagai insan akademikyang dapat mencerminkan intellectual quotient, emotional quotient dan spiritual quotient
e Mengembangkan kajian/penelitian dalam bidang ilmu kependidikan dan mu’amalah/ekonomi islam yang relevan dengan program program studi yang ada di STIKAP Pekalongan
2. SASARAN
a Pertumbuhan kualitas layanan akademik selalu meningkat
b Adanya lembaga-lembaga tang mempunyai tugas dan fungsi pengendalian akademik, menjalin kemitraan dengan stakeholders, melakukan pembinaan profesi dan kepribadian mahasiswa
c Mengembangkan kualitas layanan administrasi berbasis model pelayanan prima dengan terus mencob mewujudkan indicator-indikator ketepatan, kecepatan, efektif, efisien dan kepuasan pelanggan
d Pertumbuhan citra mahasiswa sebagai insan akademikyang dapat mencerminkan intellectual quotient, emotional quotient dan spiritual quotient yang konsisten
e Adanya hasil kajian/penelitian tentang pengembangan ilmu pengetahuan (khususnya bidang kependidikan islam dan mu’amalah /ekonomi syari’ah), kebijakan, kurikulum dan program studi serta meluasnya publikasi hasil kajian dan penelitian

VI STRATEGI DAN KEBIJAKAN
1. STRATEGI


2. KEBIJAKAN

a Kebijakan internal
Ø Pengembangan kajian ilmu pengetahuan khususnya tentang kependidikan dan mu’amalah
Ø Peningkatan profesionalisme dosen dalam pelayanan pendidikan dan pengajaran
Ø Peningkatan profesionalisme tenaga administrasi dalam pelayanan administrsi akademik, kemahsiswaan, kuangan, dan adm umum
Ø Optimalisasi peran program studi dalam pengelolaan akademik dan kemahasiswaan
Ø Optimalisasi peran program studi dalam pengembangan STIKAP Pekalongan

b Kebijakan eksternal
Ø Peningkatan pernserta stakeholders dalam upaya peningkatan mutu lulusan STIKAP Pekalongan
Ø Peningkatan respond an kepekaan atas isu-isu terkait dengan pendidikan dan pengajaran serta nilai-nilai sosial dan keagamaan
Ø Mengembangkan kemitraan yang saling menguntungkan baik di tingkat nasional maupun internasional
Ø Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran

VII PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN STIKAP PEKALONGAN
TAHUN 2009 - 2014
URAIAN PROGRAM DAN KEGIATAN
1 Th
2-3 Th
4-5 Th

1. JANGKA PENDEK ( 1 TH )
a. PENGEMBANGAN ORGANISASI
· Pengurusan dan penyelesaian ijin pendirian STIKAP
· Pembentuakn Pengelola STIKAP
· Peresmian pembukaan
· Pembentukan Senat Perguruan
· Penataan organisasi dan manajemen
b. MANAJEMEN SUMBER DAYA
· Penyediaan sarana dan prasarana :
~ Perkantoran
~ Ruang perkuliahan
~ Laboratorium
~ Perpustakaan
~ Sarana penunjang lainnya.
· Penyediaan/perekrutan dosen, tenaga kependidikan dan tenaga penunjang lainnya
· Promosi dan Penerimaan mahasiswa
c. PENJAMINAN MUTU AKADEMIK
· Pemantapan jurusan dan program studi yang dibuka
· Penetapan kurikulum dan silabus
· Penyusunan kalender akademik
· Pembagian tugas dosen sesuai dengan bidang keahlian
· Penyelenggaraan perkuliahan dan ujian
· Pelayanan administrasi akademik mahasiswa
· Penyelenggaraan organisasi dan kegiatan kemahaiswaan
d. PEMANTAPAN KERJASAMA
· Kerjasama dengan Perguruan Tinggi :
~ STAIN Pekalongan
~ Universitas Pekalongan
~ STIMIK Pekalongan
· Kerjasama dengan Pondok Pesantren
~ Ponpes At Taufiqi Wonopringgo
~ Ponpes Tarbiyatul Mubtadi’in Wonopringgo
~ Ponpes Roudlotussalikin Wonopringgo
~ Ponpes Asmaul Husna Kedungwuni
~ Ponpes Nurul Anam Kedungwuni
· Kerjasama dengan Instansi/lembaga lain :
~ Pengadilan Agama Kajen dan Pekalongan
~ Kantor Departemen Agama Kabupaten Pekalongan
~ Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan
~ Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan
~ Stasiun Radio

e PENGEMBANGAN PENELITIAN
· Pelatihan penelitian bagi dosen dan mahasiswa
· Peningkatan kualitas dan kemampuan meneliti

f PENGEMBANGAN PENGABDIAN MASYARAKAT
· Orientasi pelaksanaan KKN dan pengabdian masyarakat yang tepat sasaran dan tepat guna
· Pembentukan dan Praktikum desa binaan
· Penyuluhan keagamaan pada masyarakat

2. JANGKA MENENGAH ( 2-3 TH )
a. PENGEMBANGAN MANAJEMEN ORGANISASI
· Peningkatan Sistem administrasi
· Peningkatan Ketrampilan dan Kreatifitas Pegawai
· Peningkatan Sistem Informasi
· Penyempurnaan Senat Perguruan
b. PENAMBAHAN DAN PEBERDAYAAN DANA SARANA DAN SARANA

· Pemenuhan bahan pembelajaran dan praktik
· Pemenuhan Literatur Kepustakaan
· Penataan lingkungan dan pagar pengaman
· Peningkatan/perluasan sarana prasarana baik akademik maupun penunjang
~ Perkantoran
~ Ruang perkuliahan
~ Laboratorium : TIK, Bahasa, Micro teaching
~ Perpustakaan
~ Sarana penunjang lainnya.
c. PENINGKATAN PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN
· Peningkatan kualitas manajerial pimpinan dan staf
· Reorientasi dan refungsionalsasi tugas staf
· Peningkatan kompetensi Skill, Knowledge dan Attitude staf
· Pertukaran Dosen Berprestasi
· Pengembangnan kinerja kolektif dan team work
d. PENINGKATAN MUTU SDM BAIK DOSEN MAUPUN MAHASISWA

· Peningkatan Indeks Prestasi dan kualitas Skripsi mahasiswa
· Pengiriman Pelatihan/ Penataran Tenaga Administrasi
· Penyelenggaraan Seminar, diskusi, workshop dan pelatihan
· Studi lanjut S2 daan S3 bagi dosen, baik dalam maupun luar negeri

· Penyelenggaraan Penelitian dan pengabdian masyarakat
· Peningkatan kualitas alumni

e. PENINGKATAN KUALITAS AKADEMIK
· Peningkatan kualitas pembelajaran dan pemberdayaan dosen
· Permohonan Dosen DPK
· Peningkatan kualitas calon mahasiswa dan alumni
· Pengiriman Delegasi Seminar Regional / Nasional
· Peningkatan efektifitas perkuliahan dan ujian
f. PENGEMBANGAN JURUSAN, PRODI DAN KURIKULUM

· Pengajuan Akreditasi Prodi yang ada
· Pembukaan Prodi baru
· Pengembangan kurikulum lokal
g. PENINGKATAN LAYANAN MANAJEMEN, AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN

· Penerapan dan pengadaan jaringan di seluruh unit pelayanan teknis
· Pemantauan dan pengendalian melalui pusat data net working
· Pengembangan website STIKAP Pekalongan untuk memberikan informasi kepada masyarakat melalui intrnet
· Pembentukan klinik Konsultasi dan bimbingan keagamaan
· Pembentukan Biro Bantuan Hukum dan perlindungan Konsumen
· Pengembangan sistem manajemen visioner, profesional dan akuntabilitas

h PENGEMBANGAN PENELITIAN
· Peningkatan kegiatan dan kualitas penelitian aplikatif
· Seminar/lokakarya/workshop dan kajian pengembangan keilmuan bersama masyarakat
· Penerbitan hasil penelitian

i PENGEMBANGAN PENGABDIAN MASYARAKAT
· Praktek kerja lapangan di lingkungan industri dan pengusaha serta lembaga pendidikan

3. JANGKA PANJANG ( 4-5 TH )
a. Peningkatan dan Pemantapan Pusat Kajian Islam dan Muamalah terpadu menyebarkan pengembangan ilmu agama islam untuk keperluan masyarakat dan pembangunan

b. Mengembangkan jurusan secara profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan pembangunan. Penataan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan sumber daya yang tersedia, hingga kedepan dapat terbentuk dalam sebuah Universitas

c. Peningkatan kualitas perpustakaan (tenaga dan koleksi) dan pengembanngan jaringan antar perpustakaan dengan pusat kajian lain, baik di dalam maupun di luar negeri

d. Pengembangan forum komunikasi kelompok keilmuan dalam berbagai ilmu agama islam sesuai dengan kemapuan tenaga yang tersedia dan dilakukan secara bertahap

e. Melanjutkan peningkatan jumlah dan kualitas tenaga edukatif melalui program S2 dan S3 di dalam maupun di luar negeri


f. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menopang berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi STIKAP Pekalongan

g. Menempurnakan kebutuhan personil untuk mengisi job yang peenting seperti tenaga peneliti profesional, pustakawan dan telematika

h. Meningkatkan kualitas penalaran, idealisme, kepemimpinan, loyalitas, bakat dan minat serta pengabdian masyarakat di kalangan mahasiswa

i. Peningkatan kerjasama dengan stakeholders dalam rangka lebih memantapkan posisi STIKAP Pekalongan sebagai Institusi Pendidikan Tinggi yang memiliki arti penting bagi semua pihak

j. Meningkatkan/memperbanyak kualitas penelitian bagi para dosen/mahasisa sesuai dengan bidang keahlian masing-masing

k. Mengembangkan kurikulum secara berkelanjutan, sesuai dengan tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi














































































































































































































































































































































































































VIII MONITORING DAN EVALUASI

Secara umum monitoring dan evaluasi bertujuan untuk menjamin terlaksanya kegiatan sesuai rencana, dengan cara pengecekan terhadap aktifitas yang dilakukan,mencatat kemajuan sesuai dengan rencana, menemukan kekuatan dan masalah yang timbul, dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan suatu program, sehingga diperoleh informasi dn pelajaran mengenai pengelolaan suatu kegiatan, yang hasilnya dapat digunakan sebagai umpan balik bagi pengambilan keputusan untuk perencanaan selanjutnya. Secara khusus Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk :
1. Mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana
2. Mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi
3. Melakukan penilaian pola kerja dan manajemen program yang diterapkan dalam rangka mencapai tujuan
4. Mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan
5. Menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari arah tujuan
6. Menentukan tingkat ketercapaian program dan kinerja kelembagaan dan evaluasi
Ruang lingkup yang menjadi fokus monitoring adalah : aspek masukan (input), aspek proses/aktifitas dan aspek keluaran (output), dengan sasaran segala aktifitas dalam sebuah kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan atau menghasilkan output dan outcome yang diinginkan
Adapun langkah-langkah dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi meliputi tiga tahapan sebagai berikut :
2. Perencanaan
a Identifikasi tujuan kegiatan
b Penentuan batas-batas yang akan dimonitor
c Pemilihan indicator dan acuan yang digunakan
d Penentuan sumber-sumber informasi dan prosedur pengumpulan data
3. Pelaksanaan
a Pengumpulan data
b Pengolahan dan analisis data
c Penyajian dan pelaporan berbagai temuan
d Tindak lanjut yang tepat dari hasil temuan
4. Penilaian
a Penilaian awal terhadap kesiapan kegiatan
b Penilaian formatif terhadap hasil-hasil yang dicapai selama proses kegiatan dilakukan
c Penilaian sumatif terhadap hasil-hasil yang dicapai secara keseluruhan dari awal hingga akhir kegiatan

IX PENUTUP
Rencana Induk Pengembangan ini disusun sebagai acuan bagi pengelola STIKAP Pekalongan dalam melaksanakan program dan kegiatan. Sesuai dengan sifatnya RIP ini akan dilaksanakan untuk mengantisipasi berbagai aspek, yang diharapkan dapat memfasilitasi pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran. RIP ini bersifat dinamis, karenanya senantiasa dapat menjawab berbagai perkembangan dan dinamika pembangunan nasional.

Pekalongan, 1 Pebruari 2009

Ketua STIKAP Pekalongan



Drs. H. Rozikin Daman,M.Ag.

2 komentar: