Kamis, 09 April 2009

STUDI KELAYAKAN
SEKOLAH TINGGI ISLAM KI AGENG PEKALONGAN (STIKAP) YMI WONOPRINGGO PEKALONGAN


I. PENDAHULUAN

Ada dua ekspektasi masyarakat terhadap keberadaan “Perguruan Tinggi Agama Islam”, yaitu ekspektasi akdemik dan ekspektasi sosial. Kedua ekspektasi tersebut saling terkait satu dengan lainnya. Dalam ekspektasi akademik masyarakat mengharapkan agar perguruan tinggi agama islam dapat memainkan perannya dalam mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan keagaman. Sedangkan dalam ekspektasi sosial, masyarakat mengharapkan agar perguruan tinggi agama islam memainkan perannya sebagai lembaga sosial keagamaan yang mampu menawarkan berbagai alternative solusi atas berbagai persoalan apapun yang muncul dalam kehidupan mayarakat dengan berpijak pada nilai-nilai ajaran agama islam sebagai term of reference.

Dalam konteks ekspektasi masyarakat ada karakteristik khas yang dimilki oleh perguruan tinggi agama islam yang membuat nuansa ekspektasi masyarakat berbeda terhadap perguruan tinggi lain pada umumnya. Karakteristik khas tersebut berkait dengan domain garapan atau wilayah kajian perguruan tinggi agama, yaitu ‘Agama Islam” dalam berbagai dimensi.

Dengan demikian, dalam konteks ekspektasi masyarakat secara tidak langsung Perguruan tinggi agama diharapkan menjadi gerbong yang menentukan arah gerak langkah masyrakat. Karenanya, secara substansial, bobot tuntutan masyarakat terhadap perguruan tinggi agama jauh lebih berat, dalam arti lebih strategis dan menyangkut sesuatu yang vital. Dalam kaitan itulah, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi Agama islam tentunya menjadi sesuatu yang niscaya keberadaannya.


Beberapa hasil kajian dan penelitian menunjukkan bahwa kondisi pendidikan di Indonesia mengimplikasikan berbagai hal yang tidak menguntungkan bagi optimalisasi fungsi pendidikan, baik bagi individu, maupun bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan, terutama dalam konteks era globalisasi dan kondisi dewasa ini yang sarat dengan tantangan dan serba ketidak-menentuan sebagai akibat begitu cepatnya proses perubahan yang terjadi di berbagai bidang.

Jika pendidikan dipandang sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa, maka dalam pandangan itupun pendidikan di Indonesia belum menunjukkan gambaran yang menggembirakan. Hal tersebut bisa dilihat dari urutan peringkat Hitmen Development Index (HDI). Dari data yang dipublikasikan oleh UNDP, yang berjudul Human Development Report 1998, dapal dilihat bahwa dari 174 negara yang disurvai, indeks kualitas sumber daya manusia (HDI) Indonesia menempati peringkat ke 102. Kemudian pada tahun 1999 indeks kualitas sumber daya manusia (HDI) Indonesia melorot lagi ke peringkat 105, dan pada tahun 2000 melorot lagi ke peringkat 109.

Dari data tersebut, secara umum dapat dikatakan bahwa lembaga pendidikan di Indonesia belum mampu memfungsikan dirinya sebagai institusi yang diharapkan dapat melahirkan manusia Indonesia yang memiliki kualitas yang tinggi. Kualitas yang tinggi dalam konteks ini tentu saja meliputi kemampuan dalam menguasai berbagai informasi akademik atau informasi ilmiah secara utuh dan komprehensif, yang dari penguasaannya tersebut para peserta didik diharapkan memiliki potensi untuk mengembangkan kreatifitasnya dengan cara melakukan berbagai proses analogi tentang berbagai informasi akademik atau informasi ilmiah tersebut terhadap berbagai persoalan nyata yang berkembang dalam masyarakat. Agaknya, dalam konteks penguasaan berbagai informasi ilmiah atau informasi akademik ini, pendidikan di Indonesia sebagian besar baru mengantarkan pada level kemampuan knowing atau recalling. Belum mampu mengantarkan pada kemampuan comprehention, analyzing, apalagi pada kemampuan Aplicating dan evaluating.

Jika kondisi pendidikan sebagaimana digambarkan di atas tidak dirubah. maka dapat dipastikan, pendidikan tidak pernah akan mampu memfungsikan dirinya sebagaimana yang diharapkan.

Oleh karena itulah, Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan berupaya untuk turut berkiprah dalam merubah kondisi pendidikan sebagaimana yang digambarkan di atas dengan menerapkan model pendidikan yang berorientasi pada pencapaian kemampuan yang nyata yang dibutuhkan oleh para mahasiswanya dalam memfungsikan dirinya sebagai warga masyarakat yang memiliki signifikansi positif bagi masyarakatnya.

Pencapaian kemampuan yang nyata yang dibutuhkan oleh para mahasiswa dalam memfungsikan dirinya sebagai warga masyarakat yang memiliki signifikansi positif bagi masyarakatnya tersebut dilakukan dengan pola atau model pendidikan yang berupaya melibatkan para mahasiswa untuk secara aktif bersama-sama dengan, dosen sebagai fasilitatornya melakukan proses pembelajaran. Artinya, seluruh muatan pembelajaran, baik yang berisi fakta, informasi, nilai, maupun keterampilan, diupayakan untuk dikuasai oleh para mahasiswa melalui aktifitas penggalian, penemuan, dan pengembangan yang mereka alami sendiri. Dengan demikian, seluruh muatan pembelajaran tidak lagi hanya menjadi pengetahuan bagi para mahasiswa, akan tetapi juga menjadi pengalaman bagi mereka. Karenanya, lewat model pembelajaran seperti itu diharapkan akan lahir penghayatan yang sangat tinggi dari para mahasiswa terhadap seluruh muatan pembelajaran yang mereka ikuti.

Pola atau model pendidikan sebagaimana digambarkan pada bagian terakhir di atas itulah yang dimaksud dengan pendidikan yang berbasis kompetensi. Skenario atau blue print dari model pendidikan berbasis kompetensi tersebut adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi. Hal itulah yang menjadikan pengelolaan kurikulum di Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan menggunakan pendekatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berbasis kompetensi

II. KONDISI OBYEKTIF YMI WONOPRINGGO PEKALONGAN

Yayasan Madrasah Islamiyah Wonopringgo Kabupaten Pekalongan berdiri pada tahun 1940 dan sejak tanggal 12 Nopember 1958 dikukuhkan berdasarkan Akte Notaris Nomor 3 tahun 1958 Notaris : K. SOENARIO Pekalongan, yang kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris Nomor 16 tahun 1985 tanggal 6 Maret 1985, Notaris : K. SOENARIO Pekalongan, yang selanjutnya disebut Yayasan
Yayasan bertujuan mengembangkan Pendidikan, Pengajaran Agama Islam dan pengetahuan umum. Untuk mencapai tujuan tersebut yayasan ini berusaha mendirikan sekolah – sekolah mulai dari sekolah dasar, menengah, sampai dengan Perguruan Tinggi.
YMI memilki visi Mewujudkan generasi yang kreatif dalam bertaqwa dan berahlaqul karimah. Adapun Misinya :
1. Mengembangkan 3 ranah pendidikan yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik
2. Mengembangkan dan menanamkan ajaran Agama Islam melalui jenjang pendidikan
3. Meningkatkan kwalitas tenaga pengajar secara terprogram
4. Menjalin kerjasama dalam peningkatan kesejahteraan rohaniayah dan jasmaniyah

A. KEKUATAN
1. Pengalaman penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.
Sejak berdiri pada tahun 1940 YMI telah banyak mendapatkan pengalaman dalam hal penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan dari tingkat prasekolah sampai dengan tingkat menengah atas. Sampai saat ini sekolah dan madrasah yang dikelola YMI terdiri dari :
· TK / RA : 6 buah.
· SDI / MI : 7 buah.
· SMPI / MTs : 2 buah.
· SMAI/MA : 2 buah.
Adapun jumlah seluruh peserta didik adalah 3.431 orang terdiri dari : 1.649 siswa laki-laki dan 1.782 siswa perempuan

2. Banyak prestasi yang dapat dicapai/diperoleh antara lain :
a. Akreditasi :2 sekolah percontohan, 8 akreditasi A, 7 akreditasi B
b. Prestasi Tingkat.Nasional : 1 Olimpiade Sain, Harapan I
c. Prestasi Tingkat.Provinsi : 16 kejuaraan
d. Prestasi Tingkat.Karesidenan : 21 Kejuaraan
e. Prestasi Tingkat.Kabupaten : 116 Kejuaraan
3. Ketersediaan sumber daya manusia ( Pendidik, Alumni dan Relasi ).
Dalam penglolaan pendidikan pada saat ini YMI melibatkan sumber daya manusia sebayak 240 personil yang terdiri dari : 19 guru PNS Dpk, 9 guru bantu Pemda, 171 guru yayasan dan 41 pegawai tenaga kependidikan. Bagi guru dan pegawai tetap diberlakukan sistem penggajian menganut struktur gaji PNS dan mengacu pada ketetapan Upah Minimum Kabupaten.
Sejak berdiri sampai dengan saat ini YMI telah banyak mempunyai Alumni diberbagai sektor bidang profesi. Hal ini telah banyak pula melahirkan relasi-relasi dalam hal pengembangan pendidikan maupun penyediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan.
4. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadahi
Sebagaimana pengalaman tersebut diatas bahwa YMI sampai saat telah memiliki beberapa Sekolah dan Madrasah. Hal ini adalah merupakan faktor penunjang untuk pendirian sebuah Perguruan Tinggi yang untuk sementara dapat memanfaatkan fasilitas, sarana dan prasarana yang telah ada di masing-masing sekolah/madrasah, seperti : Gedung = 42, ruang/ kelas = 180, laboratorium = 8, perpustakaan = 17, Mushola = 11, gudaang = 17, aula = 2 unit
Jumlah tanah yang dimiliki : 50.655 m2
Luas bangunan seluruhnya : 38.400 m2
Lahan kosong (untuk bangunan STIKAP) : 12.255 m2
Disamping itu YMI mempunyai tanah kosong seluas 2.500 M2 dipinggir jalan raya yang sangat strategis dan prospektif untuk pendirian perguruan tinggi.
Adapun sarana dan pransana yang lain dapat dilihat dalam lampiran
5. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah
Berdirinya sebuah perguruan tinggi Islam di Kabupaten Pekalongan sangat diharapkan oleh masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kab. Pekalongan pada khususnya. Mengingat struktur masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah masyarakat yang agamis dan peduli terhadap pengembangan pendidikan.

B. KELEMAHAN
1. Pendanaan
Untuk pendirian sebuah perguruan tinggi yang representatif dan memenuhi syarat dibutuhkan ketersedian dana yang cukup besar. Oleh karena itu segala daya dan upaya akan dilakukan YMI untuk terwujudnya sistim pendidikan perguruan tinggi yang murah dan bermutu.
2. Keterbatasan sarana dan prasarana
Dalam tahap awal, untuk sementara penyelenggaraan dan pengelolaan STIKAP menggunakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah/madrasah dilingkungan YMI khususnya di Madrasah Aliyah YMI. Untuk pengembangan lebih lanjut YMI akan berupaya dengan segala daya untuk terwujudnya kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan dan pengolahan STIKAP.

C. PELUANG
1. Jumlah lulusan SMA/MA yang cukup memadahi
Jumlah lulusan SMA, MA dan SMK yang cukup besar di Kabupaten Pekalongan khususnya yaitu pertahun sekitar 4232 orang (2008/20090) dan di Karesidenan Pekalongan pada umumnya, adalah merupakan peluang yang besar untuk calon mahasiswa STIKAP.
2. Minat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang cukup besar
Saat ini faktor pendidikan sudah menjadi perhatian dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu minat masyarakat di Kabupaten Pekalongan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi cukup besar. Berdirinya STIKAP dapat menjadi alternatif termudah dan termurah bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan perguruan tinggi.
3. Adanya Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Permendiknas No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Kompetensi Guru dan Permendiknas No.18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam jabatan

D. TANTANGAN

1. Biaya pendidikan semakin mahal terutama pendidikan tinggi
2. Tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme pengelolaan perguruan tinggi semakin kuat
3. Tuntutan pasar/persaingan terhadap lulusan perguruan tinggi semakin ketat

III. ANALISIS PENDIRIAN STIKAP YMI WONOPRINGGO PEKALONGAN
A. DASAR PEMIKIRAN
1. Konteks Global
Sejalan dengan posisi penting dari kualitas sumber daya manusia,hal yang penting adalah tingkat pendidikan dan internalisasi nilai dan etika. Dengan kata lain bahwa sumber daya manusia yang dibutuhkan dan perlu dikembangkan adalah sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi haruslah juga memiliki integritas yang kuat yang didasari oleh nilai-nilai yang luhur, yang karenanya ia tidak hanya mampu mengoptimalkan berbagai pengetahuan dan keahlian yang dimiliki, akan tetapi secara bijak mampu mengorientasikan hasil dari optimalisasi berbagai sumber daya tersebut secara adil dan beradab, sehingga kemanfaatannya akan dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, bahkan seluruh alam semesta (rahmatan li al-‘alamin).

Telah diakui oleh semua pihak bahwa agama adalah sumber norma dan nilai yang tertinggi. Dalam, konteks tersebut, agama Islam mengajarkan bahwa kemanfaatan berbagai sumber daya yang ada di alam semesta ini akan mewujud menjadi sumber kesejahteraan seluruh penghuni alam ini (rahmatan li al-‘alamin) jika seluruh norma dan nilai yang terkandung dalam ajaran agama Islam dijadikan sebagai landasan bagi berbagai aktifitas manusia.

Pendidikan yang harus dikembangkan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia, haruslah pendidikan yang tidak hanya bermuatan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi juga pendidikan juga harus bermuatan upaya transformasi nilai-nilai yang bersumber dari ajaran agama.

2. Konteks Nasional
Salah satu kebijakan pemerintah Republik Indonesia yang sangat berpengaruh dalam mewarnai gerak lanhkah kehidupan rakyatnya adalah Undang-Undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang diberlakukan mulai tahun 2001.

Salah satu bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota adalah bidang pendidikan. Otonomi daerah di bidang pendidikan secara tidak langsung berkaitan dengan gerakan globalisasi, yaitu proses demokratisasi, atau dengan kata lain proses menuju masyarakat madani. Proses ini ditandai dengan munculnya gerakan-gerakan dari bawah (grass root) yang menghendaki kehidupan yang lebih demokratis dan mengikui hak-hak asasi dalam seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan.

Dengan demikian, otonomi di bidang pendidikan pada dasarnya adalah upaya memberikan kembali pendidikan kepada masyarakat pemiliknya (daerah) agar hidup dari, oleh, dan untuk masyarakat di daerah tersebut, atau berusaha memandirikan berbagai lembaga yang ada di daerah untuk mengurus dirinya sendiri.

3. Konteks Lokal
Wilayah Kabupaten Pekalongan dengan pusat pemerintahan di kota Kajen, adalah sebuah wilayah yang dapat dikategorikan sebagai wilayah agamis yang mayoritas penduduknya sangat berpegang teguh pada agama, dengan slogan Pemerintah daerah sebagai Kota Santri.

Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah Kabupaten Pekalongan mendapat respon dan perhatian yang cukup signifikan baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan dilakukan ol;eh berbagai kalangan baik oleh lembaga pendidikan formal maupun nonformal, dimulai dari jenjang pendidikan pra sekolah sampai dengan jenjang pendidikan menengah atas, baik yang berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Nasional maupun yang berada di bawah koordinasi Departemen Agama.

Namun upaya pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah Kabupaten Pekalongan belum bisa dilakukan secara optimal. Hal ini disebabkan karena di Kabupaten Pekalongan belum ada Perguruan Tinggi, baik perguruan tinggi umum maupun agama, baik negeri maupun swasta. Padahal apabila dilihat dari sistem penjenjangan pendidikan, keberadaan sebuah perguruan tinggi dalam suatu wilayah

sangat diperlukan dalam upaya optimalisasi pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. Sebab perguruan tinggi adalah pintu terakhir bagi setiap warga masyarakat sebelum terjun ke dalam kancah kehidupan yang sesungguhnya ( dalam dunia kerja / sosial kemasyarakatan ).

Disisi lain adalah keberadaan sebuah perguruan tinggi agama yang diharapkan akan dapat mendukung optimalisasi pemenuhan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia, penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari sudut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kemampuan penguasaan mental spiritual (Iman dan Taqwa).

Kondisi baik dalam konteks global, nasional, maupun lokal seperti apa yang dipaparkan di atas itulah yang menimbulkan pemikiran bagi praktisi dan pemerhati pendidikan di Kabupaten Pekalongan, termasuk diantaranya adalah Yayasan Madrasah Islamiyah ( YMI ) Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Para praktisi dan pemerhati pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Madrasah Islamiyah ( YMI ) Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ini adalah mereka yang telah lama memiliki perhatian yang sangat tinggi dalam bidang pendidikan.

YMI Wonopringgo kini telah mengelola beberapa lembaga pendidikan formal yaitu:

No
Lembaga Pendidikan
Berdiri Tahun
Peserta Didik

1.
2.
3.
4.
5.
6.


TK Batik
TK Islam YMI
TK Puton
RA 01
RA 02
RA 03


1952
1982
1989
1974
1975
1975


69
36
42
33
25
30


7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

SD Islam 01
SD Islam 02
MI YMI Wonopringgo 01
MI YMI Wonopringgo 02
MI YMI Wonopringgo 03
MI YMI Wonopringgo 04
MI YMI Wonopringgo 05
MTs YMI
MA YMI
SMP Islam YMI
SMA Islam YMI

1949
1950
1960
1969
1970
1998
2002
1958
1958
1956
1991

188
216
250
311
254
200
130
648
165
611
232
Jumlah
3.431


Potensi peserta didik yang dimiliki YMI dan dukungan peran serta ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat yang cukup tinggi, merupakan potensi sumber daya manusia yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Potensi ini akan dapat dioptimalkan untuk pendirian sebuah perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Agama Islam.

Berdasarkan pemikiran di atas, Pengurus YMI dengan dukungan ulama/tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat serta Pemerintah Daerah, telah memantapkan untuk mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Islam yang dinamakan dengan “Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan” disingkat menjadi “STIKAP”

Dengan memperhatikan dasar pemikiran di atas dan segenap potensi yang dimiliki, maka pada tahap awal pendirian Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan akan dimulai dengan membuka Program Studi Kependidikan Islam, dan Program Studi Mu’amalah/EkonomiIslam

B. LANDASAN HUKUM
a. Pembukaan UUD 1945.
b. Undang-Undang Nomur 2 Tahun 1989
c. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78: tambahan lembaran Negara Nomor 4301)
d. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999, tanggal 24 Juni 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
e. Keputusan Mendiknas RI Nomor 234/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi
f. Keputusan Menteri Agama Nomor 394 Tahun 2003 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi di lingkungan Departemen Agama.
g. Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 2668/D/T/2000 tanggal 26 September 2000 tentang Pembukaan Program Studi Baru dan Pendirian Perguruan Tinggi Baru.
h. Anggaran Dasar Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.

C. ANALISIS SUMBER DAYA DAN FASILITAS PENDUKUNG
1. ANALISIS POTENSI KETENAGAAN
Untuk mendukung terselenggaranya pendidikan yang berkualitas dan memenuhi persyaratan standar, maka STIKAP Pekalongan telah menyediakan tenaga pendidik dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan Program studi Kependidikan Islam dan Program studi Mu’amalah/Ekonomi Syari’ah
a. Prodi Kependidikan Islam :
1) Dosen Tetap : 7 orang
2) Dosen Tidak Tetap : 6 orang (tambahan menyusul)

b. Prodi Mu’malah/Ekonomi Syari’ah :
1) Dosen Tetap : 7 orang
2) Dosen Tidak Tetap : 6 orang (tambahan menyusul)
c. Tenaga kependidikan dan penujang akademik
1) Tenaga Kependidikan : 6 orang
2) Tenaga penunjang akademik : 2 orang

2. ANALISIS POTENSI CALON MAHASISWA

Potensi input/calon mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan berasal dari berbagai sumber calon mahasiswa, dengan rincian sebagai berikut :

a. Berdasarkan sumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan bahwa Lulusan MAN/MA/SMK Kabupaten Pekalongan tahun pelajaran 2008/2009 ditargetkan sejumlah : 85% x 4979 = 4232 orang. Dalam hal ini STIKAP memproyeksikan 5 % x 4232 = 212 orang dapat dijaring masuk sebagai calon mahasiswa STIKAP
b. Data siswa SLTP dan SLTA Tahun pelajaran 2008/2009 yang dapat digunakan sebagi proyeksi calon mahasiswa lima tahun kedepan adalah sebagai berikut :

Jenjang
Pendidikan
Kelas 12
Kelas 11
Kelas10
Jumlah
SMA
2.693
2.668
2.796
8.157
SMK
1.309
2.144
2.889
6.342
MA
865
935
878
2.678
Jumlah
4.867
5.747
6563
17.177

Kelas 9
Kelas 8
Kelas 7

SMP
8.958
10.011
10.649
29.618
MTs
2.861
3.325
3.636
9.812
Jumlah
11.819
13.336
14.275
39.430
Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Pekalongn

c. Selain calon mahasiswa yang berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas dan yang sederajat (fresh graduated), calon mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan juga dapat berasal dari para pegawai dan para guru, khususnya guru yang belum memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1).

Jenjang Pendidikan
Guru
Tenaga Kependidikan
S1
Belum
TK
32
815
39
RA/BA
13
241
18
SD
870
4.251
526
MI
191
643
107
SMP
1.486
287
625
MTs
476
143
154
SMA
542
27
183
SMK
562
37
137
MA
170
29
49
Jumlah
4.324
6.473
1.838
Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Pekalongn


3. ANALISIS FASILITAS PENDUKUNG
a. Fisik
Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) sebagai pendiri STIKAP Peklongan memiliki investasi antara lain :
a. Tanah seluas 50.655 m2, telah dibangun 38.400 m2, lahan kosong 12.255 m2
b. Gedung 23 unit = 60 ruang lengkap dengan meubelair.
c. Fasilitas/sarana prasarana lain
Gedung perkuliahan dipersiapkan berupa bangunan berlantai dua terdiri atas enam lokal. Untuk tahap awal/sementara memakai gedung MA YMI yang terletak di kampus/komplek Pendidikan YMI Wonopringgo Jalan Raya Simpang Tiga Sedayu Wonopringgo Pekalongan, dan merupakan wilayah strategis yang berada pada jalur angkutan umum Pekalongan ke Kajen ( Ibu Kota Kab. Pekalongan ).

1) Prasarana
STIKAP untuk sementara ini memanfaatkan/memakai beberapa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MA YMI sebagaimana daftar dibawah ini :
JENIS PRASARANA
SATUAN
JUMLAH
KET
A. Sarana dan Prasarana



Musholla
Buah
1

Ruang kuliah
Buah
6

Ruang dosen
Buah
1

Ruang seminar
Buah
1

Ruang laboratorium
Buah
1

Ruang perpustakaan
Buah
1

Lab komputer
Buah
1

Faslitas tehnologi informasi
Buah
1

Peralatan laboratorium
Buah
1

Buku-buku perpustakaan
Buah
788

B. Fasilitas Pendukung



Ruang administrasi
Buah
1

C. Peralatan Pendukung admisistrasi



Almari Kayu
Buah
3

Meja kursi
Unit
2

Telpon
Unit
1

Listrik
Watt
900

Komputer
Unit
5

D. Alat Bantu KBM/Peraga



Pengeras Suara
Unit
1

Wearless
Unit
2

Radio, Tape Recorder, TV
Unit
1

Laptop
Unit
1

OHP
Unit
1

LCD
Unit
1

E. Alat Transportasi



Kendaraan Roda Empat
Unit
Belum

Kendaraan Roda Dua
Unit
Belum



2) Prasarana Penunjang
Agar fungsi dan tujuan pendirian sekolah tinggi dapat terselenggara dengan baik, maka STIKAP Pekalongan dilengkapi dengan perpustakaan. Kehadiran perpustakaan tidak saja sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar kearah pengembangan profesionaliosme mahasiswa, tetapi juga sangat berperan sebagai sarana untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan wawasan, pengembangan sikap serta ketrampilan melalui pemberdayaan koleksi buku dan kitab yang tersedia.
Untuk mewujudkan fungsi perpustakaan sebagai jantung perguruan tinggi, serta penunjang riset/penelitian, maka perpustrakaan perlu dikembangkan baik dari sisi mutu pelayanan koleksi buku, sarana yang tersedia maupun aspek administrasi.
Perpustakaan harus menempatkan posisi sebagai pusat informasi dan pusat sumber belajar (Learning Research Center) yang betul-betul menopang dan memperlancar program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu pengelola STIKAP akan membangun kerjasama dengan perpustakaan perguruan tinggi lainnya.
Adapun perpustakaan yang tersedia, antara lain :
NO
JENIS BUKU
JUMLAH
KETR.
Judul
Eks
1.
Umum
30
73

2.
Agama
52
105

3.
Buku/Kitab berbahasa Arab
5
12

4.
Buku berbahasa Inggris
3
3

5,
Majalah dan lain-lain




Sesuai rencana pengembangan STIKAP menjadi sebuah Universitas, maka pengembangan perpustakaan direncanakan mengacu kearah perpustakaan Universitas yang mampu melayani mahasiswa dan penggunaannya dari berbagai disiplin ilmu dan jurusan/program studi yang ada. Oleh sebab itu, pengembangan jangka panjang dan terencana dan bertahap akan dilaksanakan sebagai berikut :

a) Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana perpustakaan yang memadai sesuai dengan perkembangan yang dicapai dan mahasiswa/masyarakat pemakai.
b) Penyediaan ruang baca yang dapat mencakupi kebutuhan pemakai, terutama mahasiswa.
c) Penambahan bahan koleksi, baik secara material maupun kualitas yang dapat menunjang kebutuhan mahasiswa/masyarakat pemakai.
d) Penataan dan penyempurnaan sistem pelayanan.
e) Melakukan kerjasama dengan perpustakaan daerah Pekalongan dan perpustakaan perguruan tinggi lainnya.
b. Non Fisik
Adapun dukungan dan bantuan riil berbagai elemen masyarakat dalam upaya mendirikan dan menyelenggarakan STIKAP Peklongan, antara lain :
o Kesediaan dosen dari STAIN Pekalongan dan Universitas Pekalongan.
o Dukungan moral dari para Ulama dan Tokoh masyarakat di Kabupaten dan Kota Pekaongan
o Dukungan para Alumni YMI yang cukup banyak dan tersebar diberbagai bidang profesi baik di instansi Pemerintah maupun swasta
o Dukungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan
(surat dukungan terlampir)
Di samping itu, sikap dan minat masyarakat di eks Karisidenan Pekalongan pada umumnya dan Kabupaten/Kota Pekalongan khususnya sangat tinggi animonya untuk menuntut ilmu di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) Wonopringgo Pekalongan.



D. ANALISIS PEMBIAYAAN STIKAP PEKALONGAN

Untuk kelancaran penyelenggaraan dan pengelolaan STIKAP, maka mutlak diperlukan biaya untuk kebutuhan dana awal, dana operasional dan pemeliharaan serta kebutuhan dana lainnya dalam bentuk dana investasi, dana operasional dan pemeliharaan, penerimaan internal dan eksternal serta sistim pengelolaan keuangan.
1. DANA INVESTASI
Modal awal yang dimiliki oleh Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) sebagai pendiri STIKAP yang dapat digunakan sebagai dana investasi antara lain :
a. Tanah seluas 50.655 m2, telah dibangun 38.400 m2, lahan kosong 12.255 m2
b. Gedung 23 unit = 60 ruang lengkap dengan meubelair.
c. Fasilitas/sarana prasarana lain
Adapun kebutuhan dana untuk investasi pada tahap awal ( jangka 3 sd 5 tahun ) kurang lebih sebesar Rp 15.000.000.000,- ( lima belas milyar rupiah ) yang diperuntukkaan antara lain :
a. Pembangunan gedung perkuliahan 3 lantai
b. Pembangunan gedung perkantoran 3 lantai
c. Pemenuhan prasarana akademik
d. Pemenuhan prasarana penunjang akademik

Dalam rangka pengembangan STIKAP secara berkelanjutan dana investasi dapat bersunber dari :
a. Bantuan Pemerintah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan
b. Sumbangan-sumbangan lain yang tidak mengikat meliputi :
1) Donatur tetap ( aghniya’ )
2) Sponsor
3) Donasi insidentil

2. DANA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN
Guna menunjang kegiatan operasional dan pemeliharaan, Yayasan Madrasah Islamiyah ( YMI ) telah menyiapkan dana sebesar Rp. 600.000.000,- ( enam ratus juta rupiah ) untuk dua program studi sebagai dana cadangan yang tersimpan dalam rekening bank (copy buku bank terlampir).
Pendanaan operasional lebih diprioritaskan dalam rangka menjamin pelaksanaan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan optimal. Adapun bentuk penggunaan dana operasional dan pemeliharaan antara lain meliputi :
1. Gaji dosen tetap dan tenaga kependidikan perhitungan tiap bulan
2. Gaji tetap Pengelola perhitungan tiap bulan
3. Honor mengajar dosen tidak tetap perhitungan tiap pertemuan
4. Pengadaan alat dan bahan perkuliahan perhitungan tiap bulan/tahun
5. Belanja alat tulis kantor dan rumah tangga kampus perhitungan tiap
6. Kesejahteraan pegawai perhitungan tiap bulan/tahun
7. Transport perjalanan dinas perhitungan tiap kegiatan
8. Pembinaan kemahasiswaan perhitungan tiap kegiatan
9. Belanja perawatan dan pemeliharaan perhitungan tiap bulan/tahun

Pendanaan operasional dan pemeliharaan tersebut bersumber dari :
1. SPP mahasiswa per semester
2. Beban SKS per semester
3. Sumbangan Pengembangan Institusi mahasiswa baru tiap tahun
4. Biaya pendaftaran dan seleksi mahasiswa baru tiap tahun
5. Subsidi dari dana cadangan yayasan seperlunya

3. sistim pengelolaan keuangan
Pengelolaan keuangan STIKAP mengikuti pola umum pengelolaan keuangan publik dengan prinsip keadilan, kecukupan dan berkelanjutan. Mekanisme pengelolaannya menggunakan anggaran berimbang, transparan, akuntabilitas. Dalam perencanaan penggunaan keuangan, setiap tahun akademik dilaksanakan penyusunan anggaran yang bersifat partisipatif dan terbuka, yang disusun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja. RAPB tahun akademik 2009/2010 terlampir.

Dalam operasional penggunaan/pengeluaran berdasar pada Pedoman Operasional Penggunaan Dana yang telah ditetapkan bersama oleh Yayasan dan STIKAP, dengan mempertimbangkan skala prioritas.

Untuk pengendalian, pengawasan dan pertanggungjawaban keuangan, menggunakan sistem pembukuan keuangan publik sesuai peraturan perundangan yang berlaku.




E. ANALISIS DAYA TAMPUNG DAN PROSPEK MINAT MAHASISWA
Atas dasar analisis sumber daya dan fasilitas pendukung dan analisis pembiayaan seperti dijelaskan sebelumnya, maka pada tahun akademik 2009/2010 daya tampung STIKAP Pekalongan direncanakan menerima mahasiswa sebanyak 100 orang untuk kedua program studi yakni :
Ø Program studi Kependidikan Islam : 60 orang
Ø Program studi Mu’amalah/Ekonomi Syariah : 40 orang
Adapun rancangan daya tampung untuk lima tahun kedepan diharapkan akan dapat menerima mahasiswa hingga lebih dari 300 orang dengan pembabakan sebagai berikut :

Tahun
2009/2010
Tahun
2010/2011
Tahun
2012/2013
Tahun
2013/2014
Tahun
2014/2015
100
150
200
250
300



F. ANALISIS KOMPETENSI LULUSAN

1. KOMPETENSI
PROGRAM STUDI KEPENDIDIKAN ISLAM

KOMPETENSI LULUSAN
SUB KOMPETENSI LULUSAN

1. Memiliki pengetahuan tentang konsep pendidikan Islam

· Mendeskripsikan dan menganalis filsafat pendidikan Islam
· Mendeskripsikan dan menganalis prinsip-prinsip pendidikan Islam
· Mendeskripsikan dan menganalis sejarah perkembangan pemikiran pendidikan Islam

· Mendeskripsikan dan menganalis sejarah perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam


2. Memiliki pengetahuan tentang teori dan metodologi dalam pendidikan

· Mendeskripsikan dan menganalis filsafat pendidikan
· Mendeskripsikan dan menganalis teori-teori pendidikan
· Mendeskripsikan metodologi pembelajaran, pendekatan, metode, teknik, media, dan evaluasi


3. Memiliki pengetahuan tentang pengelolaan pendidikan Islam

· Mendeskripsikan unsur-unsur manajemn pendidikan
· Mendeskripsikan unsur-unsur supervisi pendidikan
· Mendeskripsikan unsur-unsur administrasi pendidikan


4. Terampil menjelaskan dan mengelola pendidikan Islam

· Terampil menjelaskan konsep-konsep pendidikan Islam
· Terampil melakukan penelitian dibidang pendidikan Islam
· Terampil melaksanakan administrasi akademik dan keuangan
· Terampil melaksanakan administrasi personalia dan kesiswaan/kemahasiswaan


5. Memiliki komitmen keberagamaan dan keilmuan dibidang kependidikan Islam

· Berkepribadian sarjana muslim di bidang kependidikan Islam
· Memiliki sikap terbuka, profesional dan gairah pengembangan keilmuan dalam kependidikan Islam



2. KOMPETENSI
PROGRAM STUDI MU’AMALAH/EKONOMI SYARIAH

KOMPETENSI LULUSAN
SUB KOMPETENSI LULUSAN

1. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar metodologi dan kaedah-kaedah hukum Islam

· Mendeskripsikan dan menganalisis dasar-dasar hukum Islam
· Mendeskripsikan Ushul Fiqih : sumber-sumber hukum Islam
· Mendeskripsikan qawaid fiqhiyah
· Mendeskripsikan dan menganalisis sejarah perkembangan ushul fiqih dan qawaid fiqhiyah




2. Memiliki pengetahuan secara komprehensif tentang muamalah / eknomi Syariah

· Mendeskripsikan dan menganalisis hukum-hukum Muamalah dengan dalil-dalinya
· Mendeskripsikan tentang dalil-dalil/ayat dan hadits ekonomi Islam.
· Mendeskripsikan dan menganalisis hukum-hukum zakat dengan dalil-dalilnya
· Mendeskripsikan dan menganalisis hukum-hukum perikatan dalam Islam dengan dalil-dalilnya
· Mendeskripsikan dan menganalisis hukum pajak dalam Islam dengan dalil-dalilnya
· Mendeskripsikan dan menganalisis hukum –hukum riba dalam Islam




3. Memiliki pengetahuan tentang hukum bisnis Islam

· Mendeskripsikan dan menganalisis etika bisnis dalam Islam
· Mendeskripsikan dan menganalisis kewirausahaan dalam Islam
· Mendeskripsikan dan menganalisis sejarah perkembangan hukum bisnis Islam
· Mendeskripsikan dan menganalisis aktualisasi hukum bisnis Islam masa kini


4. Memiliki pengetahuan tentang ekonomi islam

· Mendeskripsikan prinsip-prinsip ekonomi islam
· Mendeskripsikan teori-teori makro ekonomi islam
· Mendeskripsikan teori-teori mikro ekonomi islam
· Mendeskripsikan dan menganalisis lembaga keuangan Islam
· Mendeskripsikan dan menganalisis sejarah pemikiran ekonomi islam

5. Memiliki pengetahuan penunjang untuk kajian mu’amalah
· Mendeskripsikan pengetahuan dasar tentang ekonomi.
· Mendeskripsikan pengetahuan dasar tentang manajemen perusahaan
· Mendeskripsikan dan menganalisis sistim hukum dagang, pajak dan perikatan di Indonesia
· Mendeskripsikan dan menganalisis sistim ekonomi di Indonesia
· Medeskripsikan pengetahuan manajemen keuangan dan akuntansi

6. Terampil menjelaskan hukum bisnis dan ekonomi islam
· Terampil menjelaskan persoalan-persoalan bisnis dari prespektif hukum islam
· Terampil memberikan konsultasi hukum bisnis islam
· Terampil menerapkan konsep-konsep ekonomi islam
· Terampil melakukan penelitian di bidang hukum bisnis dan ekonomi islam

7. Memiliki komitmen keberagamaan dan keilmuan di bidang mu’amalah
· Berkepribadian sarjana muslim di bidang mu’malah (hukum bisnis dan ilmu ekonomi islam)
· Memiliki sikap terbuka, profesional dan gairah pengembangan keilmuan dalam mu’amalah



G. ANALISIS PROSPEK PEKERJAAN

1. Program Studi Kependidikan Islam memiliki peluang kerja yang sangat luas antara lain :

a. Sebagai Pimpinan/Administrator lembaga/satuan pendidikan
b. Sebagai Pendidik/guru Pendidikan Agama Islam yang profesional di berbagai lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan Islam.
c. Sebagai Konsultan model-model pembelajaran Pendidikan Agama Islam alternatif.
d. Sebagai Peneliti di bidang Pendidikan Agama Islam.
2. Program Studi Mu’amalah/Ekonomi Syari’ah memiliki peluang kerja yang sangat luas antara lain :
a. Hakim Peradilan Agama.
b. Pengelola dan konsultan BAZIS.
c. Konsultan dan Penyuluh pengembangan usaha ekonomi masyarakat.
d. Administrator/Akuntan Lembaga Ekonomi Syari’ah.
e. Peneliti di bidang mu’amalah/ekonomi umat

H. ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT
Memperhatikan kondisi kehidupan saat ini, baik dalam konteks global, nasional maupun lokal, sebagaimana dipaparkan pada bagian latar belakang pendirian Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan, maka wilayah garap yang menunggu kiprah (prospek) para alumni Sekolah Tinggi Islam Ki Ageng Pekalongan (STIKAP) Pekalongan sangat luas dan terbuka. Hal tersebut terutama jika memperhatikan :

1). Wilayah Kabupaten Pekalongan banyak terdapat lembaga pendidikan, baik umum maupun agama. Di samping itu, sebagaimana telah diketahui bersama bahwa hampir semua pengamat menilai tentang kualitas lembaga pendidikan Islam masih sangat rendah. Kondisi ini menanti kehadiran ahli di bidang pengembangan kependidikan Islam yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas Pendidikan di Kabupaten Pekalongan
2). Wilayah Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai daerah agamis (relegius), yang masyarakatnya mempunyai perhatian yang cukup besar terhadap pengembangan dan pendidikan Agama Islam. Disamping itu masih sangat dibutuhkannya tenaga yang mengusasai di bidang hukum Islam baik pada pengembangan ajaran agama Islam di masyarakat maupun pada Instansi Pemerintah (Departemen Agama maupun Pemerintah daerah ).

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan paparan dan beberapa analisis di atas, maka pendirian STIKAP Pekalongan sangatlah dibutuhkan dan mempunyai prospek yang sangat bagus pada masa yang akan datang, baik dalam bidang penyiapan alternatif pengembangan pendidikan Agama Islam, penyediaan alternatif memperoleh pendidikan di Perguruan Tinggi bagi lulusan MA/SMA maupun penyiapan sumber daya manusia yang kompetitif dan kompetensi yang dibutuhkan mayarakat maupun instansi pemerintah/swasta.

Pekalongan, 31 Desember 2008
YMI Wonopringgo Pekalongan
Ketua,


H.M. Anwar Khan, S.Ag

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar